Menu

Mode Gelap

Kepri · 18 Mei 2024 02:01 WIB ·

Lakalantas Akibat Lampu PJU Mati, Ketua PMII Kota Batam: Pemko dan PLN Batam Apatis!


 Lakalantas Akibat Lampu PJU Mati, Ketua PMII Kota Batam: Pemko dan PLN Batam Apatis! Perbesar

PB – Batam, Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) terlihat mati di sepanjang tepi jalan raya Love Seafood Batam Centre hingga di perumahan Seruni Indah Batam Centre pada Sabtu (18/1/2024), dini hari.

Akibat dari lampu PJU mati, pengendara mobil menabrak seorang pengendara motor saat melintasi jalan tersebut dengan dalih jalanan itu gelap. Terlihat bemper mobil bagian depan hancur dan bagian belakang motor turut hancur. Korbanpun dilarikan ke rumah sakit Awal Bros untuk mendapatkan perawatan prima.

Seorang warga yang bekerja sebagai tambal ban di lokasi itu menyebutkan bahwa lampu penerangan jalan umum itu sudah mati dalam kurun waktu seminggu.

“Kondisi jalan sangat gelap tanpa penerangan lampu jalan, sudah sekitar semingguan ini. Tabrakan tadi terlihat, mobil yang melaju menabrak pemotor dari belakang yang sedang melambat,” ujarnya yang turut menyaksikan lakalantas ditempat.

Ketua PMII Kota Batam, Dedy Wahyudi Hasibuan yang turut memberikan pendampingan terhadap korban lakalantas menyesalkan sikap Pemko Batam dan PLN Batam yang dinilai apatis terhadap keselamatan pengguna jalan.

Iapun menambahkan bahwa banyak lampu penerangan jalan umum di Kota Batam yang sudah tidak berfungsi termasuk di pom bensin Taman Kota menuju RS Awal Bros, dan sepanjang jalan pom bensin Regata menuju perumahan Seruni Indah Batam Centre.

“Kan ini berbahaya buat pengguna jalan yang bisa berdampak terhadap lakalantas dan kriminal. Banyak lampu PJU yang sudah tidak berfungsi di Kota Batam. Apakah masalahnya dari pasokan listrik PLN atau instrumen tiang PJU yang bermasalah, apakah ada unsur pembiaran yang disengaja,” ucap Dedy.

Iapun jengah mengkritisi sikap Pemko Batam dan PLN Batam yang dinilai apatis terhadap keselamatan pengguna jalan Kota Batam dan hanya mencari keuntungan bisnis dari warga Batam.

“Pemko dan PLN Batam terlihat apatis atas kejadian ini. Warga Batam setiap bulannya dipungut pajak PJU 7% oleh PLN Batam setiap bulan saat membayar tagihan listrik yang disetor PLN ke Pemko. Jelas keduanya berkaitan soal PJU, PLN pemasok listrik dan Pemko penanggungjawab,” jelasnya.

Dia pun mempertanyakan uang hasil pungutan pajak PJU yang tidak berdampak baik terhadap kondisi lampu penerangan jalan umum di Kota Batam.

Padahal menurut data yang ia peroleh, 302.373 jumlah pelanggan kategori rumah tangga di Kota Batam dengan pendapatan perkelompok pelanggan kategori rumah tangga mencapai 1.333.249,05.

Jika dihitung jumlah kategori rumah tangga dengan pajak PJU 7% setiap bulannya, PLN Batam bisa memungut PPJU sekitar 28.2 miliar perbulan dan 200 miliar lebih setiap tahunnya dari warga Batam yang membayar tagihan listrik.

“Hasil PPJU sebanyak itu kemana larinya? Tansparasi dan akuntabilitas dari Pemko dan PLN Batam patut dipertanyakan,” imbuhnya.

Dedy pun berharap agar dalam waktu dekat, pajak PJU bisa diturunkan keangka 4% agar dapat meringankan beban ekonomi masyarakat Kota Batam.

“Kita desak agar PJJU rumah tangga dapat diturunkan dikisaran 4%, itu memungkinkan karena kondisi ekonomi masyarakat melemah. Pemko bisa bertransformasi perbanyak PJU-Tenaga Surya,” tutup Dedy. ***

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

LPK Catur Training Centre, Lembaga Pelatihan yang Mencetak SDM Handal

15 Juni 2024 - 14:12 WIB

Gubernur Ansar Dijadwalkan Menjadi Khatib Idul Adha di Batam

14 Juni 2024 - 19:58 WIB

BP Batam Gelar Kampanye Kesadaran Keamanan Informasi di Lingkungan Internal

14 Juni 2024 - 19:50 WIB

Dukung ETLE di Kepri, Gubenur Ansar Terima Penghargaan dari Kapolri

13 Juni 2024 - 20:11 WIB

Tinjau Pembagunan Hunian Baru Masyarakat Rempang, Deputi Kemenko Polhukam Optimis Rampung Sesuai Target

11 Juni 2024 - 12:21 WIB

Gubernur Ansar Pimpin Rapat Evaluasi Percepatan Realisasi Anggaran dan Sinergi OPD

11 Juni 2024 - 12:14 WIB

Trending di Kepri