Menu

Mode Gelap

Internasional · 21 Mei 2024 19:37 WIB ·

Solidaritas Siswa Australia Bela Anak-anak Palestina


 Anak-anak Gaza jadi korban agresi Israe. (REUTERS/STRINGER) Perbesar

Anak-anak Gaza jadi korban agresi Israe. (REUTERS/STRINGER)

Unjuk rasa ini dilaporkan berlangsung di sepanjang Swanston Street sampai Melbourne Central.

“Pendidikan kita tentu saja penting, tetapi apa yang terjadi di dunia saat ini sangat penting bagi anak muda untuk memahami dan bagi kita untuk memiliki suara dan menyebarkan bahwa ini tidak benar,” ucap siswa bernama Layla (17).

Siswa perempuan tersebut mengaku kesal karena tidak bisa berbuat apa-apa atas situasi di Gaza. Padahal, “semua orang muda di Gaza sekarat dan mengalami hal-hal mengerikan.”

“Sementara saya di sini memiliki kehidupan yang hebat dan saya tidak dapat melakukan apa pun untuk membantu mereka,” katanya.

Ia kemudian melanjutkan, “Saya pikir sangat penting [bahwa] saat ini saya melakukan apa yang saya bisa untuk membantu orang-orang Palestina sebanyak yang saya mampu.”

Siswa lainnya, Leila, turut menyatakan bahwa kaum muda memiliki hak untuk mengambil sikap politik.

“Ada sekolah-sekolah yang dibom secara aktif di Gaza dan para siswa tidak bisa belajar, jadi mengapa kita harus?” katanya.

Di Adelaide, sekitar 100 mahasiswa juga berkumpul di tengah hujan untuk protes di sekitar parlemen Australia Selatan, North Terrace.

Salah seorang pengunjuk rasa, Zain Baroudi, mengatakan beberapa siswa merasa perlu untuk keluar dari kelas, ketimbang hanya duduk diam tak berkutik atas genosida di Gaza.

“Ini penting karena ada ribuan orang sekarat di Palestina, semua anak-anak ini dan keluarga-keluarga ini benar-benar musnah,” katanya.

Mahasiswa lain, Melak Khaleel, beranggapan bahwa suara mahasiswa juga sama pentingnya dengan suara orang-orang yang lebih dewasa.

“Suara mereka penting hari ini, apakah mereka berusia 15 atau 18 tahun,” ucapnya

“Mengapa saya bisa pergi ke sekolah di sini ketika ada sekolah di sisi lain [dunia] yang benar-benar dibom?” tanya dia.

Siswa kelas 11, Bibi Sediqi, turut mengatakan meskipun mereka masih di bawah umur, para siswa sangat menyadari apa yang terjadi di Gaza.

“Kami bukan 18 tetapi kami tahu, kami melihat [di] berita,” kata Sediqi.

“Kami di sini untuk berbicara untuk hak-hak kami dan untuk orang-orang Gaza yang tidak dapat berbicara untuk hak-hak mereka.”

Aksi solidaritas ini berlangsung di tengah panasnya agresi Israel di Gaza sejak diluncurkan pertama kali pada 7 Oktober lalu.

Hingga kini, Israel terus membombardir Gaza dan secara terang-terangan menargetkan fasilitas publik seperti kamp pengungsian, sekolah, tempat ibadah, dan rumah sakit.

Gempuran Israel sejauh ini telah menewaskan lebih dari 14.500 orang di Gaza. Lebih dari 6.000 orang di antaranya merupakan anak-anak.

Pada Rabu (22/11), Israel dan Hamas padahal sudah menyetujui perjanjian gencatan senjata sebagai imbalan atas pertukaran sandera dari masing-masing pihak.

Namun kapan gencatan senjata itu dimulai hingga saat ini belum diketahui. Pembebasan para sandera sendiri disebut baru akan dilaksanakan pada Jumat (24/11) esok.

Sumber : CNNIndonesia

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Spanyol Resmi Akui Negara Palestina

28 Mei 2024 - 20:25 WIB

Delegasi DPR RI Kunjungi Swedia Persiapkan Program Makan Gratis

22 Mei 2024 - 19:37 WIB

Prosesi Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi di Taheran Rabu

21 Mei 2024 - 07:11 WIB

Trump Akan Menuntut Tes Narkoba Sebelum Debat dengan Biden

19 Mei 2024 - 11:27 WIB

Kota Mariupol Luluh Lantak, 100.000 Warga Ukraina Terancam Kelaparan

18 Mei 2024 - 03:02 WIB

Trending di Internasional