Menu

Mode Gelap

Nasional · 15 Jun 2024 15:49 WIB ·

Ramai Korban Judi Online Dapat Bansos, OJK Lebih Kepada Edukasi


 Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari dalam acara ‘Talkshow dan Nonton Bareng Film 'Tegar', di Jakarta, Jumat (14/6/2024)/foto: antara Perbesar

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari dalam acara ‘Talkshow dan Nonton Bareng Film 'Tegar', di Jakarta, Jumat (14/6/2024)/foto: antara

Jakarta – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan akan berfokus pada aspek edukasi kepada masyarakat tentang bahaya dan risiko judi online.

Menurut Fredireca, Jumat (14/6/2024), fokus pada edukasi menjadi salah satu cara paling efektif untuk memberantas judol. Hal itu menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy yang mengatakan korban judol dapat menjadi penerima bantuan sosial (bansos).

“Tapi kalau kita dari OJK lebih mendorong untuk edukasinya lah. Jangan sampai orang itu cepat judi online karena biasanya ketika sudah judi tuh, barang apa saja di rumah dijual. Apalagi kalau cuma ada fasilitas utang kayak pinjol dan lain, mereka pasti pakai dan sudah ada bukti kasus-kasus itu,” kata Friderica atau yang akrab disapa Kiki usai menghadiri acara ‘Talkshow dan Nonton Bareng Film “Tegar”,’ di Jakarta.

Menurutnya, wacana pemberian bansos dapat dipandang dari dua sisi. Di satu sisi, pemberian bansos untuk korban judol dapat menjadi sarana bantuan dari pemerintah, namun di sisi lain, bansos tersebut dapat membuat ketergantungan para pelaku atau korban judol.

“Tapi sebenarnya kan itu jadi pro dan kontra ya, kalau yang pro ya mungkin orang lagi susah kita bantu. Tapi kalau kontranya kan nanti orang jadi, kalau kepepet karena judol ada yang bantuin gitu,” ujarnya.

Adapun Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera menandatangani aturan terkait satuan tugas pemberantasan judi daring atau ‘judol’. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Menkominfo Budi Arie Setiadi saat dijumpai di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (13/6).

Sebelumnya, presiden sempat memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak turut berpartisipasi dalam judol. Jokowi melaporkan lebih dari 2,1 juta situs judol sudah ditutup.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hakim PN Bandung Kabulkan Gugatan Praperadilan Pegi Setiawan

8 Juli 2024 - 11:17 WIB

Pengambilan Sumpah Advokat PERATIN di Berbagai Pengadilan Tinggi Terus Bergulir

1 Juli 2024 - 20:15 WIB

Telkom Bantu Startup untuk Berkontribusi dalam Pengembangan IKN

28 Juni 2024 - 17:38 WIB

Server PDNS Kominfo Diretas, Guru Besar IT: Tidak Ada Sistem yang Dijamin Keamanannya

27 Juni 2024 - 11:39 WIB

Pemerintah Luncurkan Logo Peringati HUT RI Ke-79

24 Juni 2024 - 19:11 WIB

Melalui Donasi Kuota dengan AXISNET, AXIS Ajak Pelanggan Peduli Pendidikan

23 Juni 2024 - 10:20 WIB

Trending di Nasional